Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada
Siapa yang tidak ingin masuk surga, maka bagi siapa yang ingin masuk surga maka salah satu jalannya adalah dengan menahan amarah#arbainnawawi #janganmarah #j
Hadis: Siapa yang dapat memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (lisannya) dan di antara kedua kakinya (kemaluannya), maka aku menjamin baginya surga. Hadis: Surga itu lebih dekat kepada seseorang di antara kalian daripada tali sandalnya, dan neraka juga seperti itu.
Berdasarkan surat Ali ‘Imran [3] ayat 134 dan penjelasan-penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa Al-Qur’an mengajarkan umat Islam agar menahan amarah dan bersabar atas berbagai masalah yang dihadapi. Karena amarah yang dilampiaskan atau tidak ditangani dengan baik hanya akan menyisakan penyesalan di kemudian hari.
Ungkapan ini tentu adalah kiasan yang mengandung makna peringatan dan kehati-hatian. Dengan kalimat seperti ini, Nabi saw ingin menegaskan bahwa setiap keputusan atas suatu perkara ibarat “potongan api” yang harus digemggam secara hati-hati. Jangan sampai keputusan dari suatu perkara dipergunakan dengan cara yang salah.
FIyNb.
penjelasan hadits jangan marah bagimu surga